Pages

Thursday, 9 June 2011

CINTA DAN WAKTU



Di suatu pulau kecil ada seorang gadis bernama CINTA dan teman-temannya. namanya kecantikan, 


kesedihan, kegembiraan, kekayaan,mereka hidup berdampingan dengan baik

namun suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan 



menggelamkan pulau itu

semua penghuni pulau cepat2 berusaha menyelamatkan diri,

CINTA sangat kebingungan sebab ia tak dapat berenang dan tdk mempunyai perahu dia berdiri di tepi 



pantai mencuba mencari pertolongan

sementara itu air semakin naik membasahi kakinya

tak lama kemudian, CINTA melihat Kekayaan sdang mengayuh perahu


'kekayaan!kekayaan! tolong aku!,' teriak CINTA'


Aduh! maaf, CINTA' kata kekayaan"


aku tak dapat membawamu kerana  perahuku ini akan tenggelam


lagipula tak ada tempat lagi bagimu.


CINTA sedih sekali namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lalu dgn perahunya


" kegembiraan! tolong aku ! " teriak CINTA


namun kegembiraan terlalu gembira kerana ia menemukan perahu sehingga ia tak dpt mendengar teriakanCINTA,

air semakin tinggi dan CINTA semakin panik.


Tak Lama lewatlah kecantikan


" Kecantikan! bawalah aku bersamamu!, " teriak CINTA lg


" Wah, CINTA kamu basah dan kotor, aku tak bisa membawamu nanti akan mengotori perahuku yang indah 


ini" sahut kecantikan.


CINTA sdih skali mendengarnya ia mulai menangis teresak-esak

Saat itulah lewat kesedihan


" Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu!, " kata cinta


" Maaf CINTA aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja, " kata kesedihan sambil terus mengayuh 


perahunya.


CINTA putus asa.


Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.


Pada saat kritis itulah tiba2 terdengar suara


"CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!"


CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat2 naik keperahu itu,tepat sebelum air menenggelamkannya


di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi.


Pada saat itu barulah CINTA sedar ia sama sekali tdk mengetahui siapa yang menolongnya,


CINTA segera bertanya kpd penduduk pulau itu


" Yang tadi adalah WAKTU ," kata penduduk itu


"Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku ?

Aku tdk mengenalinya Bahkan teman2ku yg mengenalku pun enggan menolong" Tanya CINTA heran


SEBAB HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI 


SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU.....!

Tuesday, 7 June 2011

DUHAI UKHTI - TERSENYUMLAH ^_^



“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. At-Tirmidzi)

Kita semua pernah tersenyum. Saat kita melemparkan senyum kepada saudara kita, dia pun membalas dengan senyuman. Dan ketika saudara kita tersenyum kepada kita, kita juga membalas senyumnya. Terasa damai hidup ini jika hari-hari terlalui dengan senyuman.

Tersenyum bukan hanya mudah dilakukan, namun ia juga mempunyai banyak manfaat. Dengan senyum, keakraban antara sesama manusia akan terjalin, beban yang berat terasa lebih ringan, dan kemarahan serta permusuhan pun akan mencair. Seseorang juga lebih menarik dengan senyumannya. Bahkan, seseorang tampak lebih muda dengan senyum yang terukir di bibirnya.

Seseorang yang murah senyum lagi berwajah ceria biasanya mudah bergaul dan mempunyai banyak kawan. Sebaliknya, orang yang selalu bermuka masam , cenderung susah bergaul dan sedikit temannya. Senyum adalah permulaan persaudaraan dan keramahan.

Dari segi kesihatan, terbukti secara ilmiah bahawa senyum dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan imunitasi tubuh, dan dapat menghilangkan stres. Tidak hairan, jika Nabi SAW adalah orang yang sangat sihat, kerana baginda murah senyum dalam interaksinya bersama keluarga dan para sahabat.

Jarir bin Abdillah RA berkata, “Sejak aku masuk Islam, Nabi SAW tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, baginda selalu tersenyum padaku.” (HR. Al-Bukhari)

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim)

Jadi, tersenyum dan bermuka manis adalah Sunnah. Ia bukan sekadar suatu formal atau aktiviti kemanusiaan semata. Tersenyum adalah ibadah. Siapa yang melakukannya akan memperoleh pahala.

Sungguh ironis, jika ada orang yang tidak mau tersenyum kepada saudaranya kerana menganggap dirinya berada di atas Sunnah, sementara saudaranya dianggap sebagai ahlu bid’ah yang tidak pantas mendapatkan senyumannya. Padahal di saat yang sama, dialah sesungguhnya yang telah meninggalkan Sunnah. Wallahu a’lam bish-shawab.


Senyum itu ……………… Indah
Senyum itu ……………... Sedekah
Semyum itu …………….. Ibadah
Senyum itu …………….. Berkah

Dengan senyum …………… dunia jadi cerah
Dengan senyum …………… raut jadi indah
Dengan senyum …………… hilang keluh kesah
Dengan senyum …………… lenyap rasa susah

Ayuh sekarang kita senyum....hihihi ^_^
Monday, 6 June 2011

♥♥`*•KEUTAMAAN WANITA SHOLEHAH•*♥♥

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*
¨*•♫


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*
¨*•♫
♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥




بِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْ

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*
¨*•♫



Walaupun wanita tidak ada yang diangkat Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi Nabi, namun kedudukan wanita sangat tinggi disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Demikian pula wanita sholehah, sehingga Raslulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendudukkan mereka pada posisi mulia sebagai perhiasan dunia yang paling indah.


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda yang ertinya “

"Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita Solehah. Dan, perkara yg pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai Solat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

“Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang Sholehah.” (H.R Muslim)


Banyak keutamaan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kepada wanita,dibawah ini akan diuraikan keutamaan wanita solehah yang diambil dari Nasehat untuk wanita (Masturah) dari Maulana Syed Ahmad Khan dan Intisari dari hadis-hadis soheh diantaranya iaitu:

1.Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,meriwayatkan, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Apabila seorang wanita mengerjakan solat lima waktu,berpuasa wajib sebulan,memelihara kemaluannya,serta taat kepada suaminya,maka ia pasti masuk syurga dari pintu mana saja yang dikehendaki.”

2. Semua penghuni syurga akan menemui Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang tergantung kepada amalannya di dunia,tetapi wanita solehah yang memelihara dirinya dari pandangan lelaki yang bukan mahram, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang akan datang kepadanya. 

3. Doa wanita lebih makbul dari doa lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam akan hal tersebut, jawab Rasulullah : “Ibu lebih penyayang dari ayah dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

4. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (Tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari siksa, bahkan Allah mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berdzikir kepada, Allah Subhanahu wa Ta’ala selama haidhnya.

5. Bagi Wanita yang hamil, dua rakaat shalat lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita tidak hamil.

6. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Aku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) di dalam surga.

7.Seorang wanita sholehah lebih baik dari pada 70 orang wali atau lelaki shaleh.

8. Wanita yang beriman akan masuk surga lebih dahulu dari laki-laki yang beriman

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

10. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu Anha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

12. Wanita yang taat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

13. Wanita yang taat kepada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan meridhainya. (serta menjaga shalat dan puasanya)

14. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu Anha, berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?Jawab Rasulullah “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap laki-laki ?” Jawab Rasulullah. “Ibunya”.

15. Apabila seseorang wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala, mencatatkan baginya setiap hari dengan seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.

16. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala, memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala

17. Apabila seorang wanita hamil hingga melahirkan,maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kepadanya pahala bagaikan berpuasa pada siang hari dan shalat sepanjang malam,dan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan satu pahala haji.

18. Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

19. Wanita yang meninggal dalam masa empat puluh hari sesudah melahirkan akan dianggap syahid.

20. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari (ASI) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

21. Jika wanita memberi susu (ASI) kepada anaknya yang menangis, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.

22. Apabila seorang wanita tidak dapat tidur pada malam hari karena menyusui anaknya,maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya dan ia akan diberi pahala 12 tahun ibadah.

23. Apabila seorang wanita yang tidak dapat tidur pada malam hari karena mengurus anaknya yang sakit atau demam,Maka Allah Subhanu wa Ta’ala, akan memberinya ganjaran kepadanya seperti memerdekakan 20 orang hamba sahaya

24. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkatkannya seribu darajat.

25. Seorang wanita yang sholehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak shaleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu surga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

26. Wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya, menyediakan makan minumnya, memandang ia pada suaminya, memegang tangannya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya mencari keridhaan Allah, maka tiap-tiap kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya, akan memperoleh pahala sebagaimana memerdekakan seorang hamba sahaya. Dan pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan karuniakan Nur kepadanya sehingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karunia rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

27. Tidak akan putus ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

28. Apabila seorang wanita yang melihat suaminya dengan penuh kasih sayang, dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh rahmat.

29. Jika wanita melayani suaminya tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat


Demikian keutamaan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kepada wanita Sholehah,Karena akhlaknya yang mulia, ketaatanya kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, demikian juga karena ketaatannya kepada suaminya ridha dengan pemberian suaminya,melayani dengan baik,bersopan santun dalam segala ucapan dan tingkah laku,mendidik dan mengurus anak-anaknya,menjaga kehormatan keluarga,dan memelihara amanah suaminya. 


Semoga untaian catatan tersebut diatas,manfaat buat kita semua,khususnya kepada saudariku kaum hawa sahabat ukhuwah fillah, yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga pula Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kepada kita semua pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahu ma’amiin. . 



♥♥♥.•♥Walhamdulillah Rabbil’alamin♥♥♥.•♥ 
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*
¨*•♫
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥


‎(´'`v´'`) `•.ﷲ.•´

Kalau memang kau muslim dan muslimah sejati, maka tak perlu risaukan calon kekasih hati. Kerana sebenarnya Allah (Maha pemilik cinta sejati) telah menyiapkan untuk kita jodoh masing-masing di bumi ini. Tak usah menurutkan perbuatan yang dilarang oleh Allah (Ingat! dalam konteks Islam tidak ada istilah kekasih Islami). Tak perlu couple2, tak perlu susah payah mencari tetapi jika sudah saatnya nanti berikhtiarlah. Kerana saat waktunya nanti, kau akan menemukan sang pujaan hati. Menunggu saat yang tepat, kerana sesuatu akan lebih indah jika pada waktunya.
Jika engkau mencintai seseorang, tak perlu kau ungkapkan sekarang. Cukup simpan di dalam hati. Tak usah ia tahu. Berharap dan berdoa saja bahawa calon jodoh kita ini diberikan keindahan budi pekerti, taat dan soleh dan solehah, serta berjaya dalam kehidupannya. Jika memang orang yang kau damba itu adalah jodohmu, maka ia akan menjadi milikmu, namun jika tidak maka yakinlah bahawa Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya, yakinlah Ia akan memberikan ganti yang lebih baik. Jalan yang sebenar-benarnya ialah dengan menyimpan perasaan itu, dan mengungkapkan di saat yang tepat. Bilakah saat yang tepat itu? Yakni jika kau siap untuk mengkhitbah/ dikhitbah olehnya. (Apa itu khitbah? Silakan yang belum tahu ertinya untuk membuka kamus Islam).
Disinilah ketika cinta kita kepadaNya diuji. Bagaimana caranya supaya kita bertahan. Untuk mengetahui seberapa kukuhnya kita mempertahankan cinta kita padaNya dan seberapa setia kita dalam mematuhi segala ajaranNya. Tanpa harus mengikuti trend anak muda zaman sekarang yang telah jauh dari syari’at.
Tak perlu risau, jika kita tak bertemu dengan dambaan hati di bumi ini, maka Allah pasti menyiapkannya di syurga. Yakinlah bahwa syurga itu jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. Cinta Allah itu jauh lebih indah. Keindahan yang tak kan pernah tergantikan…
Selama engkau masih percaya padaNya, selama masih ada Ibu atau ayahmu, saudaramu, sahabatmu, maka mereka lah sebaik-baiknya tempat berkongsi bahagia dan keluh kesah…^-^
Sunday, 5 June 2011

✫•°* KALIMATUL HIKMAH *°•✫

Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun
hanya sekadar senyuman.

Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya.. andai muatan kita adalahiman, dan layarnya takwa, nescaya kita akan selamat dari tersesat dilautan hidup ini.

Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam
kenangan.

Setiap yang kita lakukan biarlah jujur kerana kejujuran itu telalu penting dalam sebuah kehidupan. Tanpa kejujuran hidup sentiasa menjadimainan orang.

Hati yg terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali
kepada bentuk asalnya.

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.

Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dankeamanan. Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa iaakan pecah.

Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada kejayaan dalam
kehinaan. Memberi sedikit dengan ikhlas pula lebih mulia dari memberi
dengan banyak tapi diiringi dengan riak.

Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.

Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu.Tetapi kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera.

Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh manusia yang tingginya enam kaki.

Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.

Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas batu yang hitam di malam yang amat kelam. Ianya wujud tapi amat sukar dilihat.

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan.Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. 

Seseorang yang bijak melahirkan kata-kata selalunya disanjung sehingga ia mula bercakap kosong.


Saturday, 21 May 2011
Hawa..

Andai engkau masih remaja,
Jadilah anak yang solehah buat ibu bapamu
Andai engkau sudah bersuami,
Jadilah isteri yang meringankan beban suami mu
Andai engkau jadi ibu,
Didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan agama Allah

Hawa..

Andai engkau belum berkahwin,
Jangan kau risau jodohmu,
Ingatlah Hawa janji tuhan kita,
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik,
Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim,
Kerana aku khuatir,
Dari mata jatuh kehati,
Maka lahirnya senyuman,
Maka tercetusnya salam,
Dan sekali gus di susuli dengan pertemuan,
Takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa..

Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa,
Lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya,
Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan yang penting agamanya.
Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk menggodanya.
Kerana dia tahu ape matlamatnya dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita,
Yakni sebuah perkahwinan.

Oleh itu Hawa ..

Jagalah pandanganmu, awasilah auratmu, peliharalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.
Andai ditakdirkan tiada cinta daripada Adam untukmu,
Cukuplah hanya cinta Allah memenuhi dan menyinari kekosongan jiwamu,
Biarlah hanya cinta dari kedua ibu bapamu
Yang memberi hangat kebahagian buat dirimu,
Cukuplah sekadar cinta adik-beradik serta
Keluarga yang membahagiakan dirimu.

Hawa...

Cintailah Allah dikala susah dan senang
Kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai Allah.
Cintailah kedua ibu bapamu,
Kerana kau akan memperolehi keredhaan Allah.
Cintailah keluargamu,
Kerana kau tak akan jumpa cinta yang bahagia selain dari cinta keluarga.
Janganlah sesekali tangan yang mengoncang dunia juga mengoncang iman lelaki.

Corat Coret Mengenai Tudung

Cara pemakaian tudung yang dituntut oleh Syariat ialah dengan menutupi seluruh kepala (rambut), bahagian leher dan labuh hingga ke dada. Ini sebagaimana arahan Allah;


Dan hendaklah mereka (yakni wanita-wanita beriman) melabuhkan tudung-tudung kepala mereka hingga ke dada-dada mereka”. (an-Nur: 31)

Mengenai fesyen, tidaklah disyaratkan fesyen tertentu asalkan ia memenuhi kehendak ayat di atas. Warna juga tidak dihadkan kepada warna tertentu, akan tetapi hendaklah dipastikan tudung yang dipakai tidak jarang dan tidak mempunyai corak yang terlalu menarik perhatian lelaki atau corak-corak lain yang tidak sesuai dengan idenditi wanita Islam. Warna yang disukai Rasulullah ialah warna putih sebagaimana sabdanya; “Pakailah pakaian berwarna putih kerana sesungguhnya ia lebih suci dan lebih baik dan kafankanlah dengannya jenazah-jenazah kamu” (HR Imam at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Musnad Imam Ahmad dari Samurah bin Jundab r.a.).

Mengenai penyerupaan/peniruan kepada orang kafir, Nabi -sallallahu 'alaihi wasallam- bersabda; "Sesiapa menyerupai satu kaum, ia dari kaum tersebut" (HR Imam Abu Daud dari Ibnu Umar). Menurut Imam Ibnu Kathir; hadis ini merupakan larangan keras terhadap perbuatan meniru orang kafir sama ada dalam ucapan, perbuatan, pakaian, perayaan, ibadah dan sebagainya yang tidak disyariatkan untuk kita (umat Islam). (Lihat; Tafsir al-Quran al-Adziem, surah al-Baqarah, ayat 104).

Namun para ulamak menjelaskan; maksud peniruan/penyerupaan kepada orang kafir atau orang fasik yang dilarang ialah yang khusus bagi sesuatu kaum kafir atau fasiq iaitu yang menggambarkan indentiti mereka, seperti; salib (yang melambangkan agama kristian), sabit dan penukul (lambang komunis), lambang nazi, pakaian-pakaian orang fasiq (seperti gaya berpakaian artis-artis Barat), gaya-gaya rambut orang fasik dan sebagainya. Adapun pakaian yang dipakai oleh orang ramai tanpa mengira agama dan bangsa seperti seluar, baju kemeja, kot dan sebagainya atau berlaku kesamaan/keserupaan secara kebetulan seperti jubah litup yang dipakai oleh imam-imam, ulamak-ulamak dan dipakai juga oleh paderi-paderi Kristian dan Yahudi, kopiah yang dipakai oleh orang-orang Islam dan turut dipakai oleh sebahagian penganut bukan Islam (seperti orang Yahudi), tudung kepala (yang turut dipakai juga oleh paderi-paderi wanita kristian) dan sebagainya, penyerupaan/kesamaan secara umum atau kebetulan ini tidaklah termasuk dalam larangan hadis kerana ia bukan bersifat khusus bagi sesuatu kaum kafir atau melambangkan identiti agama mereka.

Adakalanya suatu pakaian menjadi identiti agama di satu tempat, tetapi di tempat lain ia adalah pakaian biasa yang tidak melambangkan agama. Maka ditempat lain itu, tidaklah dianggap menyerupai penganut agama lain jika ia dipakai oleh orang Islam. Imam Malik pernah ditanya hukum memakai sejenis pakaian bernama al-Burnus.[1] Ia menjawab; "Harus". Dikatakan kepadanya; "Tetapi ia adalah pakaian rahib-rahib Nasara (ahli-ahli ibadat Kristian)". Imam Malik menjawab; "Ia di sini (di Madinah) dipakai oleh orang ramai". Begitu juga, suatu pakaian mungkin pernah menjadi identiti agama di satu masa, namun setelah zaman berubah, ia tidak lagi menjadi identiti agama. Imam Ibnu Hajar ketika mengulas tentang sejenis pakaian yang bernama al-Mayasir al-Arjuwan yang dilarang oleh Nabi di zamannya, beliau (yakni Ibnu Hajar) berkata; Pakaian tersebut jika sebab larangannya adalah untuk mengelak dari mengerupai orang-orang asing (orang-orang bukan Islam) maka larangan tersebut adalah kerana maslahah agama. Namun oleh kerana pakaian itu hanya menjadi syiar agama pada ketika itu sahaja iaitu pada zaman mereka masih kafir, kemudian hari ini ia tidak lagi menjadi syiar agama, maka larangan tersebut telah hilang. (Lihat; Fathul-Bari, Imam Ibnu Hajar, kitab al-libas, bab Labs al-Harir wa ad-Dibaaj....). Apa yang disebut oleh ulamak itu mungkin boleh kita samakan dengan masalah pemakaian cepiau (topi).[2] Pada zaman dulu, pemakaiannya difatwakan haram oleh ulamak-ulamak kerana ia adalah topi penjajah. Apabila seorang muslim memakainya pada ketika ia seolah-olah dari kalangan penjajah atau yang pro penjajah. Namun hari ini, faktor yang menyebabkab larangan itu telah tidak ada lagi, maka tidak ada ulamak yang memfatwanya sebagai haram dipakai oleh orang Islam hari ini.

Untuk memudahkan kita membezakan bentuk penyerupaan yang harus dan yang tidak harus, di bawah ini dikemukan beberapa dhabit yang diberikan ulamak;
1. Berkata Imam al-Qurthubi; "Jika suatu pakaian telah menjadi identiti khusus bagi golongan fasik atau golongan yang suka berpoya-poya, dilarang orang lain memakainya" (Faidhul-Qadier, 6/104).
2. "Semua jenis pakaian yang boleh menimbulkan tanggapan kepada orang yang melihat bahawa si pemakainya adakah kafir atau dari kelompok fasik, maka ia adalah penyerupaan yang dilarang agama" (Syeikh Abdul-Wahhab Tawilah).
3. "Yang dikehendaki dengan menyerupai orang-orang kafir yang dilarang itu ialah menyerupai mereka dalam perkara yang menjadi identiti khusus mereka dalam adat-adat (kebiasaan-kebiasaan hidup) dan menyerupai mereka dalam perkara-perkara yang direka mereka dalam agama mereka merangkumi urusan-urusan aqidah dan ibadah-ibadah mereka" (Majlis Fatwa Arab Saudi, 3/307).
4. "Cara untuk menilai penyerupaan (yang dilarang) ialah; orang yang meniru/menyerupai ia melakukan suatu perbuatan yang menjadi identiti khusus orang yang ditiru. Maka maksud menyerupi orang-orang kafir (yang ditegah agama) ialah seorang muslim melakukan sesuati yang menjadi identiti khusus orang-orang kafir. Adapun perkara yang telah tersebar di kalangan orang-orang Islam dan tidak lagi menjadi ciri-ciri khusus orang kafir, ia tidaklah dikira penyerupaan dengan mereka. Maka ia tidaklah diharamkan kerana faktor penyerupaan walaupun mungkin diharamkan kerana faktor yang lain" (Syeikh Muhammad Soleh al-Uthaimin). 

Merujuk kepada soalan di atas, apakah tudung yang dipin ke belakang itu benar-benar menyerupai biarawati kristian?, persoalan ini perlulah diselidiki lebih lanjut. Namun secara zahirnya, di Malaysia ini wanita-wanita Islam yang memakai tudung sebegitu tidaklah dilihat oleh orang lain sebagai biarawati kristian atau orang yang ingin meniru mereka. Ia mungkin berlaku secara kebetulan. Oleh itu, pada pandangan saya ia tidaklah boleh kita anggap sebagai menyerupai biarawati Krisrian secara dasarnya. Namun dari segi pemakaian tudung, hendaklah dipastikan ia mematuhi ciri-ciri tudung yang ditetapkan Allah tadi.

Wallahu a'lam.

Rujukan;

1. Fiqh al-Albisah wa az-Zinah, Abdul Wahhab bin Abdus-Salam Tawilah, hlm. 182.
2. Fathul-Bari, Imam Ibnu Hajar, kitab al-libas, bab Labs al-Harir wa ad-Dibaaj....
2. Fatwa Syeikh Muhammad Soleh al-Munajjid (Islamqa.com), no. 69789.